Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juni 26, 2025

5 Fakta Psikologi yang Mengejutkan & Mengubah Cara Pandangmu!


Psikologi itu ibarat petualangan ke dalam pikiran manusia, penuh dengan kejutan dan kebenaran yang sering kali bertentangan dengan intuisi kita. Berikut beberapa fakta menarik yang mungkin akan membuatmu berkata, "Wah, benar juga ya!"

  1. "Kafein Bisa Bikin Lelah (Kalau Kebanyakan)": Ini paradoks yang menarik! Kopi memang terkenal sebagai penambah energi. Namun, konsumsi kafein berlebihan atau terus-menerus justru bisa menyebabkan kelelahan. Mengapa? Kafein bekerja dengan memblokir adenosin, zat kimia otak yang menumpuk sepanjang hari dan memberi sinyal rasa lelah. Saat efek kafein habis, terjadi "gelombang" adenosin yang lebih besar, membuatmu merasa lebih lelah dari sebelumnya. Selain itu, kafein berlebihan bisa mengganggu kualitas tidur, menciptakan siklus kelelahan jangka panjang. Kesimpulan: Nikmati secangkir kopi, tapi jangan berlebihan agar tidak terjebak dalam siklus lelah.

  2. "Hubungan Jarak Jauh Bisa Lebih Bahagia?": Bertentangan dengan asumsi umum, beberapa penelitian (seperti oleh Crystal Jiang & Jeffrey Hancock) menemukan bahwa pasangan dalam hubungan jarak jauh (LDR/Long Distance Relationship) kadang melaporkan tingkat kepuasan, keintiman, dan komunikasi yang lebih tinggi dibanding pasangan yang tinggal berdekatan. Rahasianya? Pasangan LDR cenderung lebih fokus pada komunikasi bermakna (deep talk), lebih sedikit terlibat dalam hal-hal sepele yang memicu konflik, dan lebih banyak berusaha memelihara hubungan melalui kata-kata dan rencana bersama. Mereka juga cenderung mengidealkan pasangannya lebih positif. Catatan: Ini bukan promosi LDR, tapi bukti bahwa kualitas komunikasi dan usaha lebih penting dari sekadar kedekatan fisik.

  3. "Membayangkan Sukses Bisa Menghambat Kesuksesan?": Visualisasi sukses sering digembar-gemborkan sebagai kunci pencapaian. Namun, penelitian oleh Heather Barry Kappes dan Gabriele Oettingen menemukan hal mengejutkan: terlalu banyak membayangkan hasil positif (seperti mendapat pekerjaan impian atau menang lomba) dapat mengurangi motivasi dan energi untuk benar-benar mewujudkannya. Mengapa? Otak kita sedikit "tertipu". Merasakan kepuasan secara imajinatif mengurangi dorongan psikologis (tension) yang diperlukan untuk mengambil tindakan nyata. Solusinya: Gabungkan visualisasi positif dengan realisasi hambatan (mental contrasting). Bayangkan hasil yang diinginkan, TAPI juga pikirkan rintangan yang mungkin dihadapi dan rencana untuk mengatasinya. Ini jauh lebih efektif!

  4. "Memori Bukan Rekaman, Tapi Rekonstruksi": Kita sering menganggap memori seperti rekaman video yang akurat. Faktanya, memori manusia itu sangat mudah dipengaruhi dan berubah-ubah. Setiap kali kita mengingat sesuatu, otak sebenarnya merekonstruksi fragmen-fragmen informasi, bukan memutar ulang rekaman asli. Proses rekonstruksi ini bisa dipengaruhi oleh sugesti, emosi saat ini, informasi baru, bahkan harapan kita (fenomena "misinformation effect" yang diteliti Elizabeth Loftus). Implikasinya: Kesaksian saksi mata bisa sangat tidak akurat. Ingatan masa kecil kita mungkin sudah "terkontaminasi" oleh cerita keluarga atau foto lama. Ingatan kita tentang suatu peristiwa bisa berubah seiring waktu.

  5. "Stres Sedang Justru Bisa Meningkatkan Performa (Eustress)": Stres selalu dianggap buruk? Tidak selalu! Psikologi membedakan distress (stres negatif yang melumpuhkan) dengan eustress (stres positif yang memotivasi). Eustress terjadi ketika kita menghadapi tantangan yang sesuai dengan kemampuan kita, tapi sedikit di atas batas nyaman. Contohnya: presentasi penting, ujian yang dipersiapkan dengan baik, atau kompetisi olahraga. Respons tubuh terhadap eustress berbeda: hormon seperti adrenalin dan kortisol tetap meningkat, tapi disertai dengan perasaan semangat, fokus, dan keyakinan. Tantangan ini memacu kita untuk belajar, berkembang, dan mencapai potensi lebih tinggi. Kuncinya: Persepsi kita terhadap stresor dan keyakinan pada kemampuan diri mengelola tantangan tersebut.

Fakta Bonus: Efek Dunning-Kruger Orang yang tidak kompeten dalam suatu bidang sering kali secara signifikan melebih-lebihkan kemampuannya sendiri. Sebaliknya, orang yang sangat kompeten cenderung meremehkan keahlian mereka dan menganggap tugas yang mudah bagi mereka juga mudah bagi orang lain. Ini terjadi karena kurangnya keterampilan metakognitif (kemampuan menilai kemampuan diri sendiri secara akurat) pada kelompok yang tidak kompeten.

Kesimpulan:

Fakta-fakta psikologi ini mengingatkan kita bahwa pikiran dan perilaku manusia itu kompleks, penuh paradoks, dan sering kali jauh lebih menarik daripada yang kita duga. Memahaminya tidak hanya memberi kita wawasan tentang diri sendiri dan orang lain, tetapi juga bisa membantu kita menjalani hidup dengan lebih efektif dan penuh empati. Psikologi terus membuktikan bahwa hal-hal yang kita anggap "pasti benar" tentang pikiran manusia, sering kali memiliki sisi lain yang mengejutkan!

Disclaimer: Fakta-fakta di atas adalah generalisasi berdasarkan penelitian psikologi. Setiap individu unik dan pengalaman bisa berbeda.

Selasa, Juni 24, 2025

Mengatasi perasaan waktu berjalan sangat cepat

 Perasaan bahwa waktu berjalan sangat cepat adalah pengalaman yang sangat umum, terutama saat kita bertambah usia atau terjebak dalam rutinitas. Fenomena ini sering disebut sebagai "kompresi waktu" secara psikologis. Kabar baiknya, ada beberapa cara efektif untuk "memperlambat" persepsi kita terhadap waktu dan membuat hidup terasa lebih penuh.

Pada dasarnya, otak kita mengukur waktu berdasarkan jumlah memori atau kenangan baru yang terbentuk. Semakin banyak pengalaman baru dan unik yang kita alami, semakin "panjang" rasanya periode waktu tersebut. Sebaliknya, saat kita melakukan hal yang sama berulang-ulang (rutinitas), otak bekerja dalam mode "autopilot" dan tidak banyak membentuk kenangan baru, sehingga waktu terasa berlalu begitu saja.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mengatasi perasaan waktu berjalan terlalu cepat:


1. Ubah Pola Pikir dan Tingkatkan Kesadaran (Mindfulness)

Ini adalah fondasi terpenting. Caranya bukan dengan mengubah jam, tapi mengubah cara Anda memperhatikannya.

  • Praktikkan Mindfulness (Penuh Kesadaran): Latih diri Anda untuk hadir sepenuhnya di saat ini. Saat makan, rasakan setiap gigitan. Saat mandi, rasakan sensasi air di kulit Anda. Saat berbicara dengan seseorang, dengarkan dengan saksama tanpa memikirkan hal lain. Dengan menjadi lebih sadar, Anda menciptakan lebih banyak "data" mental untuk setiap momen.
  • Syukuri Momen-Momen Kecil: Setiap hari, luangkan waktu sejenak untuk memikirkan tiga hal kecil yang Anda syukuri. Ini memaksa otak untuk memindai hari Anda dan memperhatikan detail-detail positif yang biasanya terlewatkan.
  • Lakukan Meditasi Singkat: Cukup 5-10 menit setiap hari untuk duduk tenang dan fokus pada napas Anda. Ini melatih otak untuk tidak terus-menerus melompat ke masa depan atau meratapi masa lalu.

2. Ciptakan Pengalaman Baru dan Pecah Rutinitas

Otak Anda mendambakan hal-hal baru. Pengalaman baru adalah bahan bakar utama untuk menciptakan kenangan yang kuat.

  • Pecah Rutinitas Harian: Lakukan hal-hal kecil secara berbeda. Ambil rute yang berbeda saat pergi bekerja, coba sarapan dengan menu baru, dengarkan genre musik yang belum pernah Anda dengar, atau ubah urutan olahraga Anda.
  • Belajar Keterampilan Baru: Ikuti kursus online, belajar memainkan alat musik, mencoba resep masakan yang rumit, atau belajar bahasa baru. Proses belajar membutuhkan konsentrasi tinggi dan menciptakan jejak memori yang kuat.
  • Jelajahi Tempat Baru: Anda tidak perlu bepergian jauh. Kunjungi taman di kota Anda yang belum pernah didatangi, coba kafe baru di lingkungan sekitar, atau habiskan akhir pekan di kota tetangga.

3. Libatkan Panca Indra Anda Secara Aktif

Semakin banyak indra yang terlibat dalam suatu aktivitas, semakin kaya kenangan yang terbentuk.

  • Fokus pada Detail Sensorik: Saat berjalan-jalan, perhatikan warna bunga, bau tanah setelah hujan, suara burung, dan tekstur daun.
  • Masak dari Awal: Proses memasak melibatkan penciuman, perasa, sentuhan, dan penglihatan. Ini adalah cara yang bagus untuk menciptakan pengalaman multi-sensorik.
  • Kunjungi Pameran Seni atau Konser: Pengalaman visual dan auditori yang intens dapat membuat waktu terasa lebih berkesan.

4. Buat "Penanda Waktu" yang Berkesan

Berikan otak Anda tonggak-tonggak untuk diingat sepanjang tahun.

  • Tetapkan Tujuan dan Rayakan Pencapaiannya: Baik itu tujuan kebugaran, karier, atau pribadi. Proses mencapai tujuan dan merayakannya akan menjadi penanda waktu yang jelas.
  • Buat Jurnal Harian: Menulis beberapa kalimat setiap malam tentang apa yang terjadi hari itu memaksa Anda untuk merefleksikan dan "mengunci" kenangan. Saat Anda membacanya kembali sebulan kemudian, Anda akan terkejut betapa banyak yang telah terjadi.
  • Ambil Foto: Dokumentasikan momen-momen, bukan hanya saat liburan besar, tetapi juga momen sehari-hari. Ini membantu menciptakan arsip visual dari waktu yang telah berlalu.

5. Atur Penggunaan Teknologi Anda

  • Batasi Waktu di Media Sosial: Endless scrolling adalah "lubang hitam waktu". Anda bisa menghabiskan berjam-jam tanpa menciptakan satu pun kenangan yang berarti. Atur batas waktu penggunaan aplikasi di ponsel Anda.
  • Fokus pada Satu Tugas (Single-Tasking): Hindari multitasking. Saat Anda mencoba melakukan banyak hal sekaligus, perhatian Anda terpecah dan Anda tidak sepenuhnya hadir dalam aktivitas apa pun. Akibatnya, waktu terasa kabur.

Kesimpulan

Kunci untuk "memperlambat" waktu bukanlah dengan memiliki lebih banyak waktu, tetapi dengan mengisi waktu yang Anda miliki dengan lebih banyak kehidupan. Dengan secara sadar mencari kebaruan, mempraktikkan mindfulness, dan menciptakan kenangan yang kaya, Anda dapat mengubah persepsi Anda dari "waktu yang hilang" menjadi "kehidupan yang dijalani dengan baik".

Minggu, Januari 19, 2025

Empat Hukum Perubahan Perilaku: Kunci Mengubah Kebiasaan


Dalam bukunya "Atomic Habits," James Clear menguraikan empat hukum perubahan perilaku yang dapat membantu kita membentuk kebiasaan baik dan menghilangkan kebiasaan buruk. Hukum-hukum ini memberikan kerangka kerja yang praktis dan efektif untuk memahami bagaimana perilaku kita bekerja dan bagaimana kita dapat mengubahnya.

1. Buatlah Terlihat Jelas

Langkah pertama dalam membentuk kebiasaan adalah memastikan pemicunya jelas dan terlihat. Kita cenderung lebih mudah mengingat untuk melakukan sesuatu jika kita dapat melihat atau mengingat pemicunya dengan jelas.

Strategi:

  • Tempatkan pemicu di lingkungan Anda. Misalnya, jika Anda ingin membaca lebih banyak, letakkan buku di tempat yang mudah terlihat seperti di meja samping tempat tidur.
  • Gunakan penanda visual, seperti catatan tempel, untuk mengingatkan diri Anda tentang kebiasaan baru yang ingin Anda bangun.

2. Buatlah Menarik

Kita lebih cenderung mengikuti kebiasaan jika kita merasa tertarik atau terdorong untuk melakukannya. Menghubungkan kebiasaan dengan sesuatu yang menyenangkan atau menarik dapat meningkatkan motivasi kita.

Strategi:

  • Gabungkan kebiasaan baru dengan sesuatu yang sudah Anda nikmati. Misalnya, jika Anda ingin mulai berolahraga, Anda dapat mendengarkan musik favorit atau podcast selama berolahraga.
  • Gunakan sistem hadiah untuk memberi diri Anda dorongan positif setelah menyelesaikan kebiasaan baru.

3. Buatlah Mudah

Kebiasaan yang mudah untuk dilakukan lebih mungkin menjadi bagian dari rutinitas harian kita. Mengurangi hambatan dan membuat langkah awal menjadi lebih sederhana dapat meningkatkan kemungkinan kebiasaan tersebut tercapai.

Strategi:

  • Pecah kebiasaan menjadi langkah-langkah kecil yang mudah dilakukan. Misalnya, jika Anda ingin menulis buku, mulailah dengan menulis satu paragraf setiap hari.
  • Siapkan semua yang Anda butuhkan untuk memulai kebiasaan baru. Contohnya, jika Anda ingin memasak makanan sehat, pastikan bahan-bahan dan peralatan masak sudah siap.

4. Buatlah Memuaskan

Memberikan kepuasan segera setelah menyelesaikan kebiasaan dapat memperkuat perilaku tersebut. Rasa puas ini bertindak sebagai penguatan positif yang membuat kita ingin melakukannya lagi.

Strategi:

  • Rayakan setiap pencapaian kecil. Berikan penghargaan pada diri Anda setelah menyelesaikan kebiasaan baru, seperti menikmati waktu bersantai atau menonton episode serial favorit.
  • Gunakan pencatatan untuk melihat kemajuan Anda. Melihat catatan kemajuan dapat memberi rasa puas dan memotivasi Anda untuk terus melanjutkan.

Mengimplementasikan Empat Hukum Perubahan Perilaku

Dengan menerapkan empat hukum perubahan perilaku ini, kita dapat menciptakan lingkungan dan kondisi yang mendukung pembentukan kebiasaan baik dan penghentian kebiasaan buruk. Mengingat bahwa perubahan tidak selalu datang dengan cepat, kesabaran dan konsistensi adalah kunci. Seiring waktu, kebiasaan yang kita bentuk dengan menggunakan prinsip-prinsip ini akan mengarah pada perbaikan diri yang berkelanjutan dan kesuksesan jangka panjang.


Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan wawasan yang jelas tentang bagaimana mengimplementasikan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

-- donny airlangga --

Fokus pada Proses, Bukan Tujuan: Jalur Menuju Kesuksesan yang Berkelanjutan


Dalam dunia yang terobsesi dengan hasil cepat dan pencapaian monumental, mudah terjebak dalam menetapkan tujuan ambisius dan berusaha keras untuk mencapainya. Namun, "Atomic Habits" karya James Clear menawarkan pendekatan yang berbeda, yang mungkin lebih efektif: fokus pada proses daripada tujuan. Pergeseran perspektif yang halus ini dapat menghasilkan perubahan mendalam dalam cara kita mengejar kesuksesan dan mempertahankan perbaikan jangka panjang.

Jebakan Orientasi Tujuan

Menetapkan tujuan bukanlah hal yang buruk. Bahkan, memiliki tujuan yang jelas dapat memberikan arah dan motivasi. Namun, fokus yang berlebihan pada hasil bisa memiliki kelemahan:

  • Kekecewaan: Ketika kita terpaku pada hasil tertentu, kita berisiko merasa kecewa jika tidak mencapainya, meskipun kita telah mencapai kemajuan yang signifikan.
  • Keberhasilan yang Singkat: Tujuan sering kali mewakili garis akhir. Setelah tercapai, dorongan untuk terus maju dapat menghilang, menyebabkan kita kembali ke kebiasaan lama.
  • Tekanan dan Stres: Dorongan untuk mencapai tujuan dapat menciptakan tekanan yang besar, membuat perjalanan menjadi penuh stres dan kurang menyenangkan.

Mengadopsi Proses

Fokus pada proses berarti menekankan tindakan dan rutinitas sehari-hari yang berkontribusi pada kesuksesan jangka panjang. Ini tentang mengembangkan sistem yang membuat peningkatan terus-menerus menjadi bagian alami dari kehidupan kita. Berikut mengapa pendekatan ini lebih efektif:

  • Kemajuan Bertahap: Dengan berkonsentrasi pada kebiasaan kecil setiap hari, kita memastikan kemajuan yang konsisten. Seiring waktu, langkah-langkah kecil ini akan terkumpul menjadi pencapaian yang signifikan.
  • Perubahan yang Berkelanjutan: Ketika fokusnya adalah membangun dan mempertahankan kebiasaan baik, perubahan yang kita lakukan lebih mungkin untuk bertahan lama, mendorong pertumbuhan jangka panjang.
  • Tekanan yang Berkurang: Pemikiran yang berorientasi pada proses mengalihkan penekanan dari mencapai hasil tertentu menjadi melakukan yang terbaik setiap hari. Ini mengurangi stres dan tekanan yang terkait dengan pola pikir yang berorientasi pada tujuan.

Langkah Praktis untuk Mengubah Fokus

  1. Tentukan Tujuan Proses: Alih-alih menetapkan tujuan untuk “menurunkan 5 kilogram,” fokuslah pada tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil tersebut, seperti “berolahraga selama 30 menit setiap hari” atau “makan lima porsi sayuran setiap hari.”

  2. Lacak Kebiasaan: Pertahankan pelacak kebiasaan untuk memantau tindakan harian Anda. Ini membuat Anda bertanggung jawab dan memberikan rasa pencapaian saat Anda melihat konsistensi Anda dari waktu ke waktu.

  3. Rayakan Kemenangan Kecil: Rayakan kemenangan dan pencapaian kecil di sepanjang jalan. Setiap langkah maju, betapapun kecilnya, adalah kemajuan.

  4. Bersabarlah: Pahami bahwa perubahan yang berarti membutuhkan waktu. Tetap berkomitmen pada proses, bahkan ketika kemajuan tampak lambat.

  5. Sesuaikan dan Adaptasi: Secara berkala tinjau kebiasaan Anda dan buat penyesuaian sesuai kebutuhan. Fleksibilitas memungkinkan Anda untuk menyempurnakan proses dan mengatasi rintangan.

Kekuatan Pemikiran yang Berorientasi pada Proses

Mengadopsi pola pikir yang berorientasi pada proses bukan berarti meninggalkan tujuan sama sekali. Sebaliknya, ini tentang menyadari bahwa perjalanan sama pentingnya, jika tidak lebih penting, daripada tujuan. Dengan memprioritaskan tindakan harian yang mengarah pada kesuksesan, kita tidak hanya meningkatkan peluang kita untuk mencapai tujuan tetapi juga menciptakan jalur yang berkelanjutan dan menyenangkan untuk perbaikan terus-menerus.

Pada akhirnya, keajaiban sejati terletak pada tindakan kecil dan konsisten yang kita lakukan setiap hari. Seperti yang dikatakan James Clear dengan bijak, “You do not rise to the level of your goals. You fall to the level of your systems.” Jadi, mari kita membangun sistem yang mendukung pertumbuhan kita dan fokus pada proses yang membawa kita ke sana.


Rabu, Oktober 30, 2024

Urip hidup sehat


Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, Urip menjalani hidup dengan pola hidup yang sehat dan seimbang. Bagi Urip, kesehatan bukan hanya sekadar ketiadaan penyakit, tetapi merupakan keadaan harmonis antara tubuh, pikiran, dan jiwa.


Setiap pagi, Urip memulai harinya dengan rutinitas olahraga ringan, seperti berjalan santai atau yoga, untuk merangsang energi positif dan meningkatkan suasana hati. Latihan ini membantunya merasa bugar dan siap menghadapi tugas-tugas sehari-hari dengan semangat.


Urip juga sangat memperhatikan pola makan yang sehat dan bergizi. Dia mengisi piringnya dengan beragam buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Ia juga menyadari pentingnya mengonsumsi air yang cukup untuk menjaga tubuhnya terhidrasi sepanjang hari.


Selain mengurus tubuh, Urip juga merawat pikiran dan jiwa. Dia rajin bermeditasi untuk menenangkan pikirannya dan mencari ketenangan batin. Meditasi membantu Urip meredakan stres dan kekhawatiran, sehingga dia dapat menghadapi tantangan hidup dengan kepala yang jernih.


Urip tidak hanya peduli pada kesehatan diri sendiri, tetapi juga memperhatikan kesehatan sosialnya. Dia menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga dan teman-teman, berbagi tawa, dan dukungan emosional. Kehidupan sosial yang harmonis membuat Urip merasa terhubung dan dicintai.


Di tengah kesibukannya, Urip selalu menyisihkan waktu untuk beraktivitas di alam bebas. Berjalan-jalan di taman, menikmati indahnya matahari terbenam di pantai, atau merenungi keindahan hutan, adalah momen-momen berharga bagi Urip yang menghidupkan kembali semangatnya.


Dalam perjalanan hidupnya, Urip sadar bahwa menjaga kesehatan adalah investasi terbaik yang bisa dia berikan pada dirinya sendiri. Dengan mengutamakan kesehatan fisik, mental, dan sosial, Urip merasakan kebahagiaan yang mendalam dan mampu mencapai potensi penuh dalam setiap aspek kehidupannya.


Bagi Urip, "urip sehat" bukanlah tujuan akhir, tetapi perjalanan yang terus berlanjut. Ia selalu berkomitmen untuk terus merawat dan menghargai dirinya sendiri agar bisa memberikan yang terbaik bagi dirinya dan orang-orang yang ia cintai. Karena pada akhirnya, hidup sehat adalah anugerah yang berharga dan fondasi untuk mencapai tujuan hidup yang lebih besar dan bermakna.

Bagaimana Cara Fokus dalam Coding


Menguasai kemampuan coding memerlukan fokus tinggi. Namun, dalam praktiknya, mempertahankan fokus saat coding bisa menjadi tantangan. Berikut beberapa strategi yang dapat membantu meningkatkan fokus selama coding.


# 1. Tentukan Tujuan Kecil dan Terukur

Membagi proyek menjadi tugas-tugas kecil membuat Anda lebih mudah mencapai hasil dan meningkatkan motivasi. Misalnya, tetapkan tujuan seperti menyelesaikan fungsi tertentu atau men-debug bagian kode dalam satu sesi.


# 2. Gunakan Metode Pomodoro

Teknik Pomodoro melibatkan bekerja selama 25 menit, diikuti dengan istirahat 5 menit. Metode ini membantu otak tetap fokus dan mengurangi kelelahan. Setelah empat siklus, beri diri Anda istirahat lebih panjang (15-30 menit).


# 3. Atur Lingkungan Kerja yang Nyaman

Lingkungan kerja yang teratur dan nyaman penting untuk mendukung konsentrasi. Atur meja kerja dengan rapi, pilih kursi yang nyaman, dan minimalkan gangguan, seperti suara bising.


# 4. Hindari Multitasking

Multitasking saat coding dapat mengurangi kualitas pekerjaan. Fokus pada satu tugas pada satu waktu, dan hindari berpindah-pindah antar tugas yang belum selesai. Dengan demikian, Anda dapat lebih efisien dan produktif.


# 5. Gunakan Teknik Visualisasi

Sebelum mulai coding, visualisasikan bagaimana kode yang ingin Anda tulis akan berjalan. Teknik ini bisa membantu memperjelas apa yang harus Anda lakukan dan mempersiapkan diri untuk lebih fokus.


# 6. Batasi Gangguan Digital

Jika memungkinkan, nonaktifkan notifikasi ponsel dan aplikasi sosial saat sedang coding. Ada beberapa aplikasi yang bisa membantu Anda fokus dengan cara memblokir notifikasi atau situs-situs yang mengganggu selama waktu yang ditentukan.


# 7. Sediakan Waktu untuk Istirahat yang Cukup

Kurang tidur dapat mengganggu fokus dan produktivitas. Tidur yang cukup meningkatkan daya konsentrasi dan stamina untuk coding. Cobalah tidur 7-8 jam per malam agar otak Anda tetap segar.


# 8. Manfaatkan Alat Bantu

Gunakan tools yang dapat membantu Anda saat coding, seperti editor teks yang memiliki fitur autocompletion atau debugging tools. Hal ini bisa menghemat waktu dan mengurangi beban kognitif sehingga Anda lebih mudah fokus.


# 9. Menetapkan Deadline

Membuat batas waktu untuk setiap tugas bisa memacu Anda untuk tetap fokus dan produktif. Deadlines yang realistis dapat membantu mengurangi gangguan dan mendorong Anda untuk tetap berada pada jalur yang benar.


# 10. Latih Teknik Mindfulness

Teknik mindfulness atau kesadaran penuh membantu Anda tetap hadir pada saat ini. Latihan pernapasan atau meditasi singkat sebelum coding dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan membuat pikiran lebih jernih.


#Penutup

Fokus dalam coding adalah keterampilan yang bisa dilatih. Dengan strategi yang tepat dan kebiasaan yang konsisten, Anda dapat memperkuat kemampuan fokus Anda serta meningkatkan produktivitas dan kualitas kode yang Anda hasilkan.

Minggu, Juni 28, 2020

5 Cara mudah menurunkan berat badan

Menurunkan berat badan yang tidak diinginkan tidak harus melibatkan sesi latihan yang lama di gym atau rejimen diet fad yang mengalahkan diri sendiri. Faktanya, kebanyakan orang menemukan bahwa tanpa perubahan gaya hidup yang berkelanjutan, berat badan apa pun yang turun selama periode diet atau olahraga ekstrem akan naik kembali begitu aktivitas tersebut tidak lagi dilakukan.



Jika Anda ingin menurunkan berat badan dan mempertahankannya, maka Anda perlu berinvestasi dalam penyesuaian gaya hidup. Dengan mengubah hanya beberapa pola penting dalam diet dan olahraga rutin Anda, Anda dapat benar-benar menurunkan berat badan tanpa banyak usaha. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda menurunkan pound ekstra dengan cepat:

1. Jalan kaki selama 30 menit setiap hari
.
Berjalan tidak hanya pereda stres, tetapi juga lebih efektif dalam menginduksi kehilangan lemak daripada joging 30 menit. Inilah alasannya: berlari membantu Anda membakar kalori dan dengan cepat mengencangkan otot-otot kaki karena penekukan berulang dan kekuatan yang diberikan pada otot-otot kaki. Namun, karena berlari meningkatkan detak jantung ke level aerobik, detak jantung juga turun dengan cepat begitu aktivitas dihentikan.

Berjalan, bagaimanapun, meningkatkan detak jantung ke tingkat pembakaran lemak. Setiap aktivitas yang dilakukan di tingkat pembakaran lemak akan memiliki dampak yang lebih tahan lama. Jadi, sementara Anda mungkin melenturkan dan meregangkan otot-otot Anda lebih sedikit selama periode berjalan 30 menit, detak jantung akan tetap meningkat untuk periode waktu yang lebih lama.

2. Potong porsi menjadi dua.

Baik Anda makan cheeseburger atau sepiring kentang goreng, bagi menjadi dua. Jika Anda tergoda untuk menggigit lebih dari setengah, maka berikan ke teman atau bungkus untuk dibawa pulang (jika Anda makan di luar). Memotong makan menjadi dua tidak hanya akan mengurangi kalori dan lemak Anda secara dramatis, tetapi juga akan membantu tubuh Anda menjadi terbiasa dengan porsi makanan yang lebih kecil.

3. Beristirahat malam penuh alias tidur. 

Banyak orang menemukan, dan sebagian besar dokter tahu, bahwa tidur semalaman tanpa gangguan tidak hanya membuat Anda merasa berenergi untuk hari yang baru, tetapi juga membantu tubuh Anda memetabolisme makanan Anda jauh lebih efisien. Ketika tubuh mereka dalam keadaan istirahat saat tidur, itu sebenarnya bekerja lebih keras untuk memproses energi daripada jika Anda duduk di sofa menonton televisi. Selain itu, jika Anda benar-benar beristirahat, Anda akan lebih mungkin untuk mengambil proyek dengan lebih banyak energi dan energi pada hari berikutnya (yang akan membantu Anda membakar lebih banyak kalori.) Jadi teruskan - dapatkan zzzz itu.

4. Telpon ibumu. 

Dan urus barang-barang lain di daftar tugas Anda sebelum mereka menumpuk. Stres yang tidak semestinya memiliki efek fisiologis yang sangat negatif pada tubuh dan berkontribusi terhadap penyimpanan lemak dalam sel. Dengan mengurangi sejumlah kecil stres dalam hidup Anda, Anda dapat dengan cepat dan sederhana mengurangi timbunan lemak pada tubuh Anda, terutama di daerah perut. Jadi teruskan saja: teleponlah orang-orang terkasih Anda!

5. Minum banyak cairan. 

Cairan melembabkan sel-sel Anda dan membantu mereka mendorong racun berbahaya ke seluruh tubuh Anda dengan lebih efisien. Dengan meminum banyak cairan, seperti air, jus, dan bahkan teh, Anda akan membantu sel-sel Anda berfungsi sebaik mungkin tanpa banyak usaha sama sekali.

Jika Anda minum teh dan kopi, ketahuilah bahwa mereka mengandung kafein, yang dapat meningkatkan metabolisme Anda saat berada dalam sistem Anda, tetapi cenderung memperlambat tubuh Anda begitu ia pergi. Minuman berkafein harus selalu dikonsumsi dengan segelas air ekstra untuk memastikan Anda tidak menghabiskan cairan tubuh yang diperlukan.

Untuk memastikan bahwa perubahan gaya hidup Anda menjadi abadi, latihlah dengan teman dan orang yang Anda cintai. Menyesuaikan dengan perubahan apa pun bisa lebih mudah jika Anda memiliki teman yang dapat Anda bagikan perjalanan dan membantu menjaga satu sama lain di jalurnya.

Senin, Maret 25, 2019

5 kebiasan yang perlu dilakukan di pagi hari supaya bersemangat dan sehat

Merawat diri sendiri dan menjaga kesehatan adalah langkah awal dalam meraih kesuksesan, bukan lembur kerja terus-terusan atau menetapkan tujuan hidup. Tanpa tubuh yang sehat anda tidak akan dapat menikmati sukses yang anda raih, atau anda malah menjauh dari jalan hidup sukses.

Berikut adalah beberapa langkah kecil di waktu pagi hari  yang mampu memberikan manfaat bagi hidup anda serta membuat anda bersemangat untuk berkarya.

1. Minum segelas air minum putih sesegera mungkin setelah anda bangun.

Sebelum Anda memulai aktivitas pagi, cobalah untuk minum segelas air panas atau dingin. Ini akan membantu meningkatkan metabolisme dan membersihkan sistem pencernaan Anda. Dan yang paling penting, melepaskan ketegangan di otak Anda yang disebabkan oleh kurang tidur, stres, atau kelelahan.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan, bahwa semakin sering Anda minum air putih setelah bangun pagi, semakin Anda akan menginginkannya di siang hari. Ini berarti Anda tak perlu bersusah payah memaksa diri untuk minum karena mungkin Anda tak terlalu suka minum air putih selama ini.

2. Jangan tidur lagi, tapi lakukan peregangan tubuh 

Setelah akhir pekan yang rasanya berlalu terlalu cepat, godaan untuk tidur selama "hanya lima menit lagi", benar-benar dapat membuat Anda kurang produktif.

Anda tidak akan mendapatkan tidur yang berkualitas karena Anda tahu di depan mata tugas sudah menanti. Jadi, meneruskan tidur selama 5-15 menit bukanlah ide yang baik.


Jika Anda membutuhkan waktu ekstra untuk rileks, lakukan peregangan yoga. Ini adalah cara yang bagus untuk membangkitkan energi, sekaligus memberi ketenangan mental dan pikiran. Coba child pose, cat atau cow pose atau lakukan sun salutation jika Anda ingin membangunkan seluruh organ tubuh Anda.

3. Lakukan olah raga sederhana.

Walaupun anda tidak punya waktu, lakukan olahraga singkat minimal 10 menit misalnya berlari-lari ditempat, melakukan push up atau hanya berjalan keliling rumah. Ingat dengan sering menggerakkan tubuh anda, tubuh anda akan menyediakan energi untuk membuat hari anda berternaga dan penuh semangat. Selain itu ber olah raga tubuh akan menghasilkan hormon endorfin yang mencegah anda dari depresi dan stress.

4. Sarapan dengan makanan yang bernutrisi.

Setelah tubuh berpuasa selama 8 jam karena tidur. Sarapan disebut juga breakfast dalam bahasa inggris yang artinya berhenti puasa. Sarapan adalah penting bagi tubuh apa yang anda makan di pagi hari mudah terserah oleh tubuh, oleh karena itu anda harus memilih makanan yang bergizi dan penuh vitamin tapi juga jangan berlebihan jangan makan terlalu kenyang.

5. Menyusun strategi.

Pagi hari , otak masih fresh maka untuk melakukan aktifitas mental sangat disarankan. Sisihkan waktu dipagi hari untuk menyusun stragegi  yang menjadi prioritas hari anda .


Salam sukses.

Rabu, Januari 30, 2019

Jangan resign dulu


.
Lain kali, kalau ada orang yang menyarankan Anda untuk resign hanya modal cangkem, kompor meleduk atau kalimat motivasi tanpa solusi berarti tentang bagaimana cara untuk mengganti penghasilan rutin dari pekerjaan yang Anda geluti sekarang, berikan saja padanya: senyum pepsoden termanis yang Anda punya.
Faktanya, menjadi entrepreneur, membuka usaha, bisnis, dagang atau bahkan mengatur waktu secara mandiri untuk mewujudkan impian yang Anda damba-dambakan bukanlah hal yang mudah. Tidak segampang ngomong doang.
Catatan ini tidak melarang Anda untuk resign demi mengejar mimpi besar yang (konon katanya) Anda miliki, melainkan sebagai bahan kontemplasi supaya Anda senantiasa dapat berpikir ulang, sekaligus menjadi penyeimbang dari arus ajakan untuk resign tanpa mikir panjang yang demikian deras beberapa tahun belakangan.
.
.
.
💥 Hindari risiko besar
Jika ada satu hal yang pasti di dunia ini, maka itu adalah: tidak ada hal yang benar-benar pasti.
Sayangnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan rutin tanpa punya rencana, strategi atau cadangan logistik yang matang, maka Anda membuat keadaan menjadi super tidak pasti. Dan itu berbahaya.
Mereka yang punya rencana matang, strategi kuat dan modal yang banyak saja bisa salah melangkah, apalagi yang cuma nekat, emosi sesaat atau sekedar ikut-ikutan saran dari buku atau seminar, yang dijamin orangnya tak akan peduli saat Anda harus terlunta-lunta.
Tentu yang paling runyam jika Anda sudah memiliki tanggungan yang apesnya tak bisa cuti untuk dinafkahi setiap hari.
Percayalah, kondisi itu tidak Anda ingini dan sungguh tidak menyenangkan.
Lupakan juga “the power of kepepet”, karena kepepet itu tidak enak.
Lagipula, saat Anda resign, kepepet justru punya 2 mata panah yang ngeri-ngeri sedap.
Di satu sisi, sensasinya hilang saat dibutuhkan:
👉 Dari waktu yang sedikit menjadi keleluasaan yang sungguh banyak. 24 jam sehari, seluruhnya punya Anda. Jika tak pandai membiasakan diri, mengatur waktu dan pintar-pintar menjaga semangat, waktu yang ada justru akan terbuang percuma.
👉 Dari kekakuan pekerjaan rutin harian yang jelas, runtut dan sistematis menjadi sebebas merpati. Jika tak cerdik mengatur pekerjaan, mungkin tak akan ada yang benar-benar selesai tepat pada waktunya sesuai keinginan.
👉 Dari konsistensi dan komitmen yang terus dipaksakan, menjadi fleksibel abis. Jika tak jago mengontrol mood, lingkungan serta suasana bekerja, konsistensi bakal jadi sesuatu yang amat menantang.
Di sisi lain, ia sungguh mencekam:
👉 Mayoritas penyebab cekcok rumah tangga dan perceraian dipicu oleh masalah keuangan.
👉 Kemiskinan, stres dalam hidup, atau sulit beradaptasi dengan situasi baru adalah 3 faktor utama yang menyebabkan depresi.
👉 Sama halnya dengan bank yang enggan berurusan dengan mereka yang punya masalah dengan keuangan atau perusahaan asuransi kesehatan yang menolak pengajuan polis dari mereka yang sakit-sakitan, maka tidak ada banyak orang yang mau bekerjasama dengan mereka yang kepepet. Jika pun ada, itu bukanlah partner terbaik yang dapat Anda temukan.
.
.
Dan meski kata “enterpreneur” memiliki arti harfiah “penanggung risiko”, bukan berarti Anda harus mengambil risiko ekstrim yang berujung kepada chaos yang tak tentu arah. Malah seharusnya, risiko itu diatur, diminimalisir dan sedapat mungkin dihindari.
Sebab sebagaimana kata-kata Malcolm Gladwell: “banyak pengusaha yang berani mengambil banyak risiko, tapi mereka biasanya adalah pengusaha gagal, bukan yang sukses.”
❓ Lalu mengapa Anda harus mengambil risiko besar?
Padahal mereka saja tak seberani itu:
✔ Steve Wozniak, partner Steve Jobs di Apple memulai usaha di tahun 1976, tetapi tetap bekerja secara fulltime hingga tahun 1977 di Hewlett-Packard
✔ Pierre Omidyar membuat eBay sambil tetap bekerja di sebuah perusahaan software development.
✔ Duo Google, Larry Page dan Sergey Brain telah menemukan cara untuk meningkatkan pencarian di internet secara dramatis pada 1996, tetapi tetap menyelesaikan kuliah di Stanford hingga tahun 1998.
✔ Jeff Bezos, pemilik Amazon, memiliki ide membangun toko buku online di tahun 1993, tetapi baru berhenti bekerja dari jabatan vice president di tahun 1994 dengan tabungan yang cukup banyak, juga setelah memastikan investasi sebesar $300.000 dari orangtuanya.
✔ Bill Gates, pemilik Microsoft, membutuhkan setahun penuh sebelum memutuskan untuk berhenti kuliah dari Harvard. Ia memulai Microsoft di usia 20an tahun, sangat jenius, tanpa tanggungan dan di backup penuh oleh kedua orangtuanya (ia mengatakan pada mereka: jika usaha ku gagal, maka aku dapat kembali meneruskan kuliah karena statusku adalah cuti dari kuliah, bukan berhenti.)
Sebuah studi yang dirilis dalam Academy of Management Journal yang meneliti fenomena “hybrid entrepreneurship” bahkan menyebutkan, pengusaha yang tetap mempertahankan pekerjaan kantoran berpeluang gagal 33% lebih kecil daripada yang berhenti bekerja.
.
.
.
💥 Ladang Gembur itu bernama “Internet”
Oke.
Taruhlah Anda meyakini ini: Internet menyediakan peluang penghasilan baru yang sangat menjanjikan. Bisa kerja dari mana saja, kapan saja, tanpa modal yang banyak, tanpa harus sewa tempat, cukup koloran, sarungan, dasteran, bisa jualan hingga ke benua nun jauh disana, duit masuk kapanpun, cring-cring, makan masuk, mandi masuk, tidur masuk, jalan-jalan masuk, dan seterusnya dan seterusnya.
Iya. Memang betul.
Kalau Anda tahu caranya.
Tapi mengetahui saja tidak cukup. Sebab mengetahui dan mengalami itu beda jauh.
Dan mengalami hanya secara singkat tidak menjamin keberlangsungannya dalam jangka waktu selama ia dibutuhkan.
Dilansir dari Bloomberg, 8 dari 10 pengusaha mengalami kegagalan pada 18 bulan pertama bisnis berjalan.
Demikianlah, setiap pengusaha dituntut untuk konsisten menghasilkan serta mampu mempertahankan bisnisnya, baik saat angin sedang bagus maupun ketika terjangan badai dan topan melanda.
Lalu pertanyaanya: jika belum siap, mengapa Anda terburu-buru resign?
Disini justru pangkal soalnya.
Dengan resign sekarang, Anda tak hanya mengambil risiko besar yang seharusnya tak perlu Anda pikul, tetapi juga melanggar pengetahuan yang Anda yakini sendiri.
Sebab bagaimana pun juga, bekerja kantoran 9 to 5 hanya menuntut kurang dari sepertiga waktu Anda setiap hari.
Dan jika digital entrepreneur dapat bekerja kapan saja, dimana saja, cuma pakai kolor, duit masuk saat sedang jalan-jalan, tidur atau setoran di wc, maka bukankah Anda seharusnya dapat mengerjakannya di ⅔ waktu Anda yang lain?
Memutuskan resign sebelum berhasil membuktikannya sama saja sedang menggali lubang kubur sendiri.
.
.
.
💥Tips resign
Maka beginilah yang sebaiknya dilakukan sebelum memutuskan resign:
👉 Pertama, syukuri pekerjaan Anda saat ini. Setidaknya Anda masih memiliki penghasilan rutin setiap bulan yang dapat memenuhi kebutuhan, meminimalisir konsekuensi risiko yang tak perlu terjadi dan menambah pundi-pundi tabungan yang kelak dapat Anda jadikan cadangan amunisi yang lebih mumpuni. Selain itu, Anda juga selalu dapat mengambil pelajaran dan pengalaman dari lingkungan kantor Anda sekarang yang sangat bermanfaat tatkala Anda membangun kantor milik Anda sendiri.
Lagipula, sadari ini:
Kecuali ada yang memaksa atau melakukan intimidasi, seteruk-teruknya pekerjaan yang Anda miliki sekarang, yang sesekali Anda keluh kan dan ejek-ejek itu, tak lain tak bukan, adalah pilihan Anda sendiri.
Maka ingat-ingatlah perasaan itu, bersyukurlah seperti saat hari pertama Anda masuk kerja. Itu akan membuat Anda bahagia.
👉 Kedua, optimalkan waktu yang ada. Alih-alih menghabiskan waktu luang dengan percuma, Anda dapat mulai untuk memaksimalkannya. Bangun lebih pagi, terjaga hingga lebih malam, manfaatkan waktu weekend dan (kalau perlu) alihkan cuti atau saat liburan untuk mengerjakan mimpi yang ingin Anda wujudkan.
Mas Albert Leonardo membuktikannya saat ia mendalami Facebook Ads sambil tetap mengelola bisnis bimbingan belajar miliknya. Ia meluangkan waktu dari jam 11 malam hingga 2 atau 3 dini hari secara konsisten setiap hari untuk belajar, dan terbukti tetap bisa menjadi Facebook Marketist yang luar biasa hebat.
Kisah selengkapnya dapat dibaca di http://bukunewbie.com
👉 Ketiga, buktikan jika apa yang Anda impikan itu bekerja dan menghasilkan secara konsisten. Ada banyak pendapat dari pakar tentang ini. Waktu paling singkat mensyaratkan diperlukan setidaknya 3 bulan berturut-turut dengan hasil konsisten yang cukup untuk mengganti penghasilan dari pekerjaan Anda sekarang.
Beberapa pendapat lain menyebut 6 bulan dan 1 tahun sebagai jangka waktu yang ideal.
Tapi apa pun sarannya, keputusan terbaik tentu berada di tangan Anda sendiri.
Satu hal terpenting: resign lah hanya ketika jiwa raga serta mental Anda sudah siap untuk berubah lebih baik, saat Anda melakukannya secara sadar dan tak dipaksa-paksa. Saat Anda mampu membuktikan bahwa Anda adalah seorang pejuang yang tangguh dan teruji di berbagai lapangan. Saat Anda tak harus memberikan syarat apa pun kepada diri Anda untuk bergerak maju.
.
.
Saat Anda mampu berkata kepada diri Anda sendiri dengan begitu yakin: “Aku tahu, apa yang ada di depan itu jauh lebih baik dari apa yang kutinggalkan sekarang.”
sumber: social media, FB: Rianto Astono