Jumat, April 28, 2006
everyone is unique
disini ga mbahas perbedaan fisik tapi mental atau karakter/sifat/kepribadian.
Mengapa karakter sifat berbeda ? ya karena tiap orang punya pengalaman berbeda dalam hidup ini
lingkungan ,keluarga dan lain
dan sangat mungkin pula.. satu orang dalam waktu yg berbeda, bisa berubah karakternya...
ya tiap orang pasti berubah seiring dengan waktu.
contohnya teman2 lamaku. lama tak jumpa. banyak yang udah berubah sifatnya ketika aku berjumpa dengannya.
ya begitu lah sifat manusia...
Sabtu, Desember 10, 2005
Whatyour choice of Linux distribution says about you
Humor
Whatyour choice of Linux distribution says about you
SaturdayOctober 30, 2004 (02:00 PM GMT)
By:JoeBarr
ManyLinux newbies -- or wanna-be newbies -- get hung up over the choice
oftheir initial distribution. We here at NewsForge have put a lot
ofthought into this, and have decided to share our best thinking on
thesubject in order to help ease you newbies out of the monopoly
spreadinto the Linux world. The most important thing for newbies to
consideris this: what does your choice of distributions say about
you?Updated to includeSlackware.
________________________________________________________________________
Tothat end, we have created this brief list of observations of the
usersof specific distributions, highlighting their most notable traits,
inorder that you can weigh this important aspect of
distributionselection in your final, initial decision.
Debian
• This distribution is popular with those who always count in binary,and
are politically correct in a free software kind of way. Many
aresuspected of having been nursed on a TTY. Debian users take pride
inthe fact that their distribution is always several releases behind
thelatest version of the kernel, but makes up for that by being
moredifficult to install and use.
Gentoo
• If John Wayne had been a Linux user, he would have used Gentoo.Gentoo
users are pioneers, people who like to live close to the metal,and don't
mind hurting themselves on sharp objects. Some feel thatGentoo users are
simply lazy louts who always want to have a readyexcuse for why they are
not doing constructive things with theircomputer, other than compiling
or recompiling the latest kernel, app,or hapless passerby. The official
Gentoo motto is, "If it moves,compile it."
Knoppix
• Knoppix users are pushy and aggressive. It's not at all unusual
forthem to hand you a CD and tell you to boot from it. Mainly, they
liketo stare at the console during the boot process while its
snifferscheck out the current hardware and network configuration. While
thisis a flashy and very useful distribution, it never seems to
stickaround on the systems it is used on as long as the
otherdistributions. Don't trust Knoppix users in matters of the heart.
Linspire
• This distribution is popular with the timid and the meek. Often
thisincludes those straying away from Windows for the very first
time.With a womb-to-grave GUI interface, which can download and
installsoftware packages with a single click, Linspire provides its
usersmore ease of use than they deserve. When you think of Linspire
users,think of a princess whose culinary repertoire is limited to
makingreservations.
Mandrake
• Mandrake users are suave and sophisticated. They prefer to focus on
apolished desktop environment rather than just serving others. It'salso
said that they enjoy sipping -- but only late in the year -- thenew crop
of Beaujolais each year. Red Hat users say that Mandrakeusers don't love
freedom. Mandrakians insist it is only freedom friesthey hold in
disdain.
MEPIS
• This newbie distribution attracts people who can't decide
whetherthey'd rather have Knoppix-like LiveCD ability or Linspire's
easyinstall and GUI-all-the-way interface: It has both. MEPIS is
alsototallythe distro of choice for people who like to hum John Denver's
song,"Country Roads," under their breath, because it's the only
oneheadquartered in West Virginia. Go Mountaineers!
RedHat
• Red Hat is not synonymous with Linux, but many of its users
believethat it is. Long the king of the Linux street, Red Hat is most
popularwith middle-of-the-road types who always end up following along
withthe crowd, even when everyone in the crowd is wearing a silly hat.
RedHat is very strict about the licensing of the apps it includes
withthe distribution, but doesn't seem to mind abandoning customers
whoare not large corporations.
Updated:Thanks to Joshua H. for this lightly edited synopsis of
Slackware andSlackware users.
Slackware
• This distribution is for those that don't care for the overhead
ofconfiguration interfaces, and have a great appetite for raw textfiles.
No need for dependency checks, since they always know what theyare
doing. Especially important to Slackware users are the braggingrights of
using the oldest distribution still in development. Plus thefact that it
has been supported by the same diety all that time,Patrick J.
Volkerding. Newbies should be cautious around Slackwareusers, because
they will cut you none.
SUSE
• If you like beer, horns, or green eggs, you'll like SUSE. The
recentacquisition of SUSE by Novell is similar to Vince Lombardi's Green
BayPackers adopting the West Coast offense. SUSE users like a
clean,well-lighted desktop, and are far less concerned about where
thingsare kept in the filesystem than they ought to be.
Sabtu, November 26, 2005
Low Trust Society
Rhenald Kasali (Pengajar Program MM dan Pascasarjana UI)
Saya baru saja memeriksa ujian mahasiswa saya. Ketika akan
menyerahkan nilai akhir mereka, saya terpaksa menoleh kepada
berita acara ujian yang mencantumkan nama beserta tanda tangan
mereka masing-masing. Astaga. Tak ada satu pun nama yangdapat saya
kenali dari tanda tangannya. Hal ini mengingatkan
saya pada peristiwa unik yang saya alami hampir tujuh tahun
silam ketika baru saja memulaiprogram doktoral saya di Amerika Serikat.
Baru tiba beberapa hari, adviser saya menyuruh saya
membuka bank account di bank mana saja di kota itu. Saya pun
menurutinya. Maklum,tanpa punya bukucek, hidup di Amerika akan terasa
sulit. Hampir semua transaksi
dilakukan melalui pos. Bayar listrik, telepon, air, tagihan
kartu kredit, beli buku, bayar pajak, kena tiketlalu lintas (tilang),
sampai bayar uang sekolah. Semuanya
menggunakan cek.
Tanpa cek, hidup di Amerika kok rasanya susah sekali.
Setelah punya bank account dan mulai berbelanja dengan
menggunakan cek, ternyata saya pun mengalami kesulitan.
Pasalnya, petugas bank memanggil saya karena mengalami
kesulitan membaca tanda tangan saya. Saya mencoba
menjelaskannya bahwa itu benar tanda tangan milik saya, dan
sayamelakukannya kembali di depan petugas itu. Petugas tetap
menolak dan mengatakan itu bukan tandatangan. Kalau bukan tanda tangan
lantas apa? "Itu urek-urek!"
ujarnya sambil tersenyum. Sejak itu saya pun mulai berlatih
membuat tanda tangan baru,yaitu tanda tanganyang namanya mudah
teridentifikasi. Maka, sejak saat itu saya
mulai terbiasamemiliki dua jenis tanda tangan. Saya menyebutnya satu tanda
tangan lokal (yang dikatakan urek-urek tadi) dan satu lagi
tanda tangan Amerika.
Kalau Anda pernah hadir dalam seminar saya dan meminta
saya menandatangani buku saya yang Anda baru beli, Anda pasti
ingat bahwa saya selalu mengatakanitu adalah tanda tangan Amerika: mudah
dibaca dan
diidentifikasi. Ada juga pembacayang minta dua-duanya, dan ada kalanya
saya pun meluluskannya.
Tanda tangan lokal itu biasanya
hanya saya gunakan untuk urusan bank dan menandatangani
transkrip nilai mahasiswa.
Dalam salah satu seminar saya pernah meminta agar para
peserta menggoreskan tanda tangannya di atas kertas dan meminta
rekan disebelahnya yang baru dikenalnya mengenali nama mereka.
Ternyata tak banyak di antara mereka yang dapat mengenali nama
orang dari tanda tangannya. Ketika ditanya mengapa mereka
membuat tanda tangan seruwet itu, semuanya menjawab bak koor:
"Biar tidak mudah ditiru orang lain."
Mengapa kita semua melakukan hal yang sama? Mudah ditebak
jawabnya. Sejak kecil kita telah diajari orang-orang tua dan
guru-guru kita agar tidak mudah percaya pada orang lain.
"Buatlah tanda tangan yang tidak mudah ditiru agar jangansampai
dipalsukan orang lain." Kita menurutinya, dan tanpa kita
sadari roh-roh ketidakpercayaan ini sudah melekat dalam pikiran
kita.
"Trust," kata Francis Fukuyama, adalah "the social virtues and
the creation of prosperity." Rasa percaya adalah suatu ikatan
sosial yang penting untuk menciptakan kemakmuran. Kalau tidak
ada rasa percaya, mestinya tidak ada bisnis.Bagaimana mungkin kita
berbinsis dengan orang yang tidak kita
percaya?
Rasa percaya itu pula yang akan menentukan bangunan organisasi
perusahaan Saudara. Makin rendah rasa percaya kita terhadap
orang lain, makin banyak pula kita melibatkan sanak saudara
kita, teman sealmamater,sesuku dan sebagainya terlibat dalam
bisnis kita. Kita makin menutup pintu bagi orang lain,dan akibatnya
potensi kita untuk menjadi besar akan terhambat.
Pengalaman lainnya yang saya dapatkan di Amerika barangkali
dapat menjelaskan betapa berbedanya tingkat rasa percaya.
Menjelang pulang ke tanah air, setelah menyelesaikan program
studi, saya pun melakukan moving sale melego barang-barang yang
nilai bukunya masih cukup tinggi. Misalnya saja ada sebuah dishwasher
(mesin pencuci piring) elektrik yang usianya baru tiga
tahun dan nilainya masih cukup tinggi namun harus dilepas
dengan harga yang sangat murah. Pembelinya tentu saja
masyarakat komunitas tempat tinggal kami, yang umumnya adalah
keluarga muda atau para mahasiswa asing yang dari mancanegara.
Kalau calon pembelinya datang dari negara-negara
seperti Rusia, Yugoslavia, Ceko, Turki, Portugal, Brazil, Irak,
Pakistan, India, atau negara-negara Afrika, biasanya transaksi
berjalan tersendat-sendat. Mereka umumnya tidak percayaterhadap kualitas
mesin (apakah masih tetap baik) dan harga yang
ditawarkan.
Mereka mengutak-atik mesin, menghabiskan waktu berjam-jam,
mengajukan pertanyaan, lalu menawar di bawah separo dari hargayang
ditawarkan. Prosesnya sama seperti Anda menawar harga
sepasang sepatu di pasar Senen atau pasar lainnya di Indonesia.
Dan akhirnya pun dapat diterka: tidak ada transaksi.
Hal yang berbeda dialami kalau pembelinya berasal dari
negara-negara yang barangkali dapat kita sebut sebagai high
trust society, seperti Amerika, Inggris, Finlandia, bahkanJepang yang
rata-rata sudah lebih makmur hidupnya.
Mereka cuma bertanya tiga hal:
mengapa dijual, apakah ada kerusakan, dan berapa harganya.
Kalau mereka suka, mereka tidak menawar, langsung angkat. Dalam
kepala mereka, kalau barang ini rusak maka mereka akan
kembalikan segera. Mereka percaya bahwa orang lain dapat
dipercaya, dan kalau mereka menipu mereka akan ditangkap
polisi, diadili, dan dijatuhi hukuman.
Pembaca, apakah implikasi melakukan kegiatan bisnis di
sebuah low trust society?
Mudah-mudahan Saudara sudah dapat menangkapnya: jangan
langsung melakukan transaksi. Selalu mulailah dengan membangun
rasan percaya dari lawan-lawan bisnis Anda. Jangan sesekali
melakukan penawaran kalau lawan bisnis Anda disini belum mengenal betul
Anda. Kalau ada jalan pintas yang
dapat ditawarkan, barangkali cuma satu ini: carilah jembatan
melalui orang-orang yang sudah dikenal dandipercaya oleh lawan bisnis
Anda. Tanpa itu, Anda cuma melakukan
upaya sia-sia.
Selebihnya marilah kita serahkan kepada partai-partai
baru yang akan memimpin bangsa ini kelak (kalau ada) untuk
membangun bangsa ini ketingkatan rasa percaya yang lebihtinggi. Kelak
anak-anak kita akan membuat tanda tangan
yang namanya dapat dibaca oleh orang lain.